Rabu, 23 Februari 2011

Sir Isaac Newton FRS


Sir Isaac Newton FRS (lahir di
Woolsthorpe-by-Colsterworth,
Lincolnshire, 4 Januari
1643 – meninggal 31 Maret
1727 pada umur 84 tahun; KJ:
25 Desember 1642 – 20 Maret
1727) adalah seorang
fisikawan, matematikawan,
ahli astronomi, filsuf alam,
alkimiwan, dan teolog yang
berasal dari Inggris. Ia
merupakan pengikut aliran
heliosentris dan ilmuwan yang
sangat berpengaruh sepanjang
sejarah, bahkan dikatakan
sebagai bapak ilmu fisika
klasik.[1] Karya bukunya
Philosophiæ Naturalis Principia
Mathematica yang diterbitkan
pada tahun 1687 dianggap
sebagai buku paling
berpengaruh sepanjang
sejarah sains. Buku ini
meletakkan dasar-dasar
mekanika klasik. Dalam
karyanya ini, Newton
menjabarkan hukum gravitasi
dan tiga hukum gerak yang
mendominasi pandangan sains
mengenai alam semesta
selama tiga abad. Newton
berhasil menunjukkan bahwa
gerak benda di Bumi dan
benda-benda luar angkasa
lainnya diatur oleh
sekumpulan hukum-hukum
alam yang sama. Ia
membuktikannya dengan
menunjukkan konsistensi
antara hukum gerak planet
Kepler dengan teori
gravitasinya. Karyanya ini
akhirnya menyirnakan
keraguan para ilmuwan akan
heliosentrisme dan
memajukan revolusi ilmiah.
Dalam bidang mekanika,
Newton mencetuskan adanya
prinsip kekekalan momentum
dan momentum sudut. Dalam
bidang optika, ia berhasil
membangun teleskop refleksi
yang pertama[2] dan
mengembangkan teori warna
berdasarkan pengamatan
bahwa sebuah kaca prisma
akan membagi cahaya putih
menjadi warna-warna lainnya.
Ia juga merumuskan hukum
pendinginan dan mempelajari
kecepatan suara.
Dalam bidang matematika
pula, bersama dengan karya
Gottfried Leibniz yang
dilakukan secara terpisah,
Newton mengembangkan
kalkulus diferensial dan
kalkulus integral. Ia juga
berhasil menjabarkan teori
binomial, mengembangkan
"metode Newton" untuk
melakukan pendekatan
terhadap nilai nol suatu
fungsi, dan berkontribusi
terhadap kajian deret
pangkat.
Sampai sekarang pun Newton
masih sangat berpengaruh di
kalangan ilmuwan. Sebuah
survei tahun 2005 yang
menanyai para ilmuwan dan
masyarakat umum di Royal
Society mengenai siapakah
yang memberikan kontribusi
lebih besar dalam sains,
apakah Newton atau Albert
Einstein, menunjukkan bahwa
Newton dianggap memberikan
kontribusi yang lebih besar.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting