Rabu, 23 Februari 2011

Indonesia kaya akan budaya


Pemerintah
Indonesia dan
Malaysia sepakat
menghindari
klaim
kepemilikan sepihak
terhadap produk budaya
serumpun atau cenderung
universal. Klaim seperti itu
sangat sensitif dan tidak
boleh terjadi lagi.
Demikian dikatakan Menlu
Indonesia Hassan Wirajuda
dalam konferensi pers seusai
menerima kunjungan Menlu
Malaysia Datuk Anifah Aman,
Kamis (17/9) di Jakarta. Pada
saat Hassan memberi
penjelasan tersebut, Anifah
yang berdiri di sampingnya
tersenyum sambil
mengangguk-anggukan
kepala.
RI-Malaysia sepakat
berupaya mengurangi isu
negatif yang dapat
mengganggu hubungan baik,
yang sudah terjalin sejak
berabad-abad. Salah satu isu
sensitif yang harus dihindari
adalah klaim kepemilikan
terhadap produk budaya
serumpun.
Hassan menjelaskan, dia dan
Anifah mengakui bahwa seni
dan budaya ada yang bersifat
lokal, tetapi juga ada yang
tersebar atau bersifat
universal. Ada produk
budaya Indonesia yang
diperkenalkan dan
berkembang di Malaysia.
Atau sebaliknya, ada budaya
melayu Malaysia yang
berkembang di Indonesia.
”Produk budaya kita ada di
Malaysia, Eropa, dan di
mana- mana. Ada bagian-
bagian warisan budaya kita
yang juga terdapat di
Malaysia, ” kata Hassan.
Ada kekhilafan
Indonesia, kata Hassan,
sudah meminta Malaysia
memberikan klarifikasi resmi
atas kasus tari pendet. Hal
itu sudah dilakukan di tingkat
pejabat senior kedua negara
dan menteri, termasuk
antarmenteri pariwisata dan
budaya dua negara
bertetangga itu.
”Sudah ada kesepahaman
yang baik untuk menghindari
agar kasus seperti itu tidak
terjadi lagi, ” kata Hassan
menjelaskan.
Anifah menambahkan, warga
Indonesia sangat banyak dan
berkembang di Malaysia,
demikian juga produk
budayanya sejak dari nenek
moyang dahulu.

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Free Web Hosting